Semangat kebersamaan dan profesionalisme para Guru Madrasah di Kota Dumai terlihat jelas dalam kegiatan penyusunan soal Ujian Madrasah (UM) yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 9 hingga 10 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang Multimedia MAN 1 Kota Dumai dan diikuti oleh para guru dari berbagai Madrasah Aliyah yang ada di Kota Dumai.
Kegiatan ini dimulai setiap harinya pada pukul 08.00 hingga 13.00 WIB dengan tujuan untuk menyusun dan menyepakati soal Ujian Madrasah yang berkualitas, terstandar, serta sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai oleh Peserta didik. Penyusunan soal dilakukan secara bersama-sama oleh para Guru Mata pelajaran dari berbagai Madrasah sehingga menghasilkan soal yang lebih objektif dan terukur.
Acara diawali dengan pembukaan resmi oleh Kepala Madrasah Agustian S.PdI. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan Apresiasi yang tinggi kepada seluruh Guru yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia menekankan bahwa penyusunan soal Ujian Madrasah merupakan bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran Siswa. Oleh karena itu, soal yang disusun harus benar-benar memperhatikan standar kompetensi, tingkat kesulitan yang seimbang, serta mampu mengukur pemahaman Siswa secara menyeluruh.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar membuat soal, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab kita sebagai Pendidik untuk memastikan bahwa evaluasi yang diberikan kepada Siswa benar-benar berkualitas dan adil,” ujar beliau dalam sambutannya. Ia juga berharap kegiatan ini dapat mempererat kerja sama antar Guru Madrasah di Kota Dumai.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Zulfarnedi S.PdI. Dalam arahannya, beliau menjelaskan teknis penyusunan soal serta standar yang harus diperhatikan oleh setiap Tim penyusun. Menurutnya, setiap soal harus disusun dengan memperhatikan indikator pembelajaran, kisi-kisi yang telah disepakati, serta menghindari soal yang terlalu mudah maupun terlalu sulit.
“Kita ingin memastikan bahwa soal Ujian Madrasah yang dihasilkan benar-benar berkualitas, valid, dan mampu mengukur kemampuan Siswa secara objektif. Karena itu, kerja sama dan ketelitian dari setiap Guru sangat diperlukan dalam proses ini,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, terdapat 20 mata pelajaran yang terdiri dari mata pelajaran umum dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Setiap mata pelajaran disusun oleh dua orang Guru yang bekerja sama dalam satu tim. Adapun Madrasah yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain MAN 1 Kota Dumai, MAS YAPMI, MAS Al-Furqon, MAS Al-Huda, serta MAS Nurul Islam. Para Guru dari Madrasah tersebut bekerja secara berkelompok sesuai dengan mata pelajaran masing-masing untuk menyusun soal yang akan digunakan dalam pelaksanaan Ujian Madrasah.
Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi terlihat sangat aktif dan penuh semangat. Para guru saling bertukar ide, berdiskusi mengenai tingkat kesulitan soal, serta memastikan bahwa setiap soal sesuai dengan kisi-kisi yang telah ditetapkan. Tidak jarang terjadi diskusi yang cukup mendalam demi menghasilkan soal yang benar-benar berkualitas dan layak digunakan dalam ujian.
Melalui kegiatan ini, para Guru dapat saling berbagi pengalaman, bertukar wawasan tentang metode pembelajaran, serta memperkuat koordinasi dalam meningkatkan mutu pendidikan Madrasah. Serta diharapkan soal Ujian Madrasah yang dihasilkan dapat menjadi alat evaluasi yang tepat untuk mengukur kemampuan Siswa secara menyeluruh. Selain itu, semangat kolaborasi yang terbangun di antara para Guru juga diharapkan dapat terus terjaga dalam berbagai kegiatan pendidikan lainnya.


